Logo Bloomberg Technoz

OpenAI Sebut Gap Kemampuan Sistem Kecerdasan Buatan Makin Besar

Farid Nurhakim
26 January 2026 12:08

Penyempurnaan teknologi kecerdasan buatan oleh OpenAI. (Bloomberg)
Penyempurnaan teknologi kecerdasan buatan oleh OpenAI. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini dinilai berkembang pesat. Namun penerapannya di berbagai negara masih belum merata, menurut riset terbaru.

Temuan dari OpenAI memperlihatkan adanya kesenjangan kemampuan yang makin besar antara apa yang bisa dilakukan oleh sistem AI saat ini dan seberapa banyak kemampuan tersebut yang sebenarnya digunakan oleh masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Perusahaan developer teknologi AI tersebut memperingatkan gap ini berisiko memungkinkan sekelompok kecil negara untuk bergerak lebih cepat secara ekonomi dan teknologi, sementara negara-negara lain berjuang untuk mengimbangi, menukil TechRadar, Senin (26/1/2026).


OpenAI merangkum hal ini sebagai masalah penggunaan ketimbang akses, menunjukkan bahwa keterampilan yang tak merata, infrastruktur, dan kesiapan kelembagaan sama pentingnya dengan ketersediaan model. Data yang dikutip oleh OpenAI menunjukkan penggunaan tingkat lanjut amat berbeda antara pengguna dan negara.

Pengguna tingkat lanjut mengandalkan kemampuan penalaran yang lebih kuat, memakai tool AI untuk tugas-tugas rumit dan multi-langkah, bukan perintah satu langkah. Lalu, perbedaan di tingkat negara memperlihatkan variasi serupa, dengan beberapa negara menggunakan kemampuan per kapita yang jauh lebih maju dibanding negara lain.