Logo Bloomberg Technoz

TelkomGroup Dorong Integrasi AI Connectivity lewat NeutraDC–F5


dok. Telkom
dok. Telkom

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Telkom Data Ekosistem atau NeutraDC, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memperluas langkah strategisnya dalam pengembangan ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman dengan F5, Inc. untuk menjajaki kerja sama pengembangan solusi AI Connectivity di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan dalam rangkaian agenda Mobile World Congress atau MWC 2026 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol. Ajang global tersebut menjadi salah satu forum teknologi dan telekomunikasi terbesar di dunia yang mempertemukan berbagai pemimpin industri digital dari berbagai negara.

Momentum MWC juga dimanfaatkan oleh TelkomGroup untuk memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan posisi perusahaan dalam ekosistem digital global. Melalui berbagai agenda pertemuan strategis, TelkomGroup mengeksplorasi peluang kolaborasi yang mendukung percepatan transformasi digital berbasis teknologi masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji melakukan sejumlah pertemuan dengan mitra teknologi global. Diskusi tersebut bertujuan memperkuat ekosistem kemitraan dalam pengembangan infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan atau AI-driven digital infrastructure.

Beberapa topik yang menjadi fokus pembahasan mencakup pengembangan hyperscale data center, penguatan layanan konektivitas digital, serta eksplorasi model bisnis baru berbasis managed services dan platform digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain membangun infrastruktur, TelkomGroup juga mendorong integrasi layanan digital bernilai tambah tinggi. Integrasi tersebut melibatkan penggabungan teknologi data center, konektivitas jaringan, layanan cloud, serta keamanan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Kolaborasi antara NeutraDC dan F5 menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung strategi tersebut. Kerja sama ini menggabungkan kapabilitas data center dan managed services milik NeutraDC dengan teknologi application security serta application delivery yang dikembangkan oleh F5.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F. dan Chief Revenue Officer F5 Chad Whalen. Penandatanganan juga disaksikan langsung oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji sebagai representasi TelkomGroup.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan solusi konektivitas berbasis AI yang dirancang untuk menghadirkan layanan digital yang aman, scalable, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Kolaborasi Perkuat Infrastruktur Digital Berbasis AI

Sebagai penyedia layanan data center nasional, NeutraDC memiliki ekosistem layanan yang terintegrasi. Layanan tersebut mencakup fasilitas colocation, komputasi, hingga konektivitas digital yang mendukung kebutuhan perusahaan di berbagai sektor industri.

Dengan adanya kerja sama ini, NeutraDC berupaya memperkaya portofolio layanannya melalui integrasi teknologi keamanan aplikasi serta pengelolaan lingkungan multi-cloud. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan dan komputasi awan.

CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F. menilai bahwa kolaborasi dengan F5 merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital yang siap mendukung ekosistem AI.

“Kolaborasi dengan F5 menjadi langkah strategis NeutraDC dalam memperkuat kapabilitas AI Connectivity di atas infrastruktur data center kami. Dengan mengintegrasikan solusi AI security dan application delivery F5 ke dalam managed services NeutraDC, kami dapat menghadirkan layanan yang tidak hanya andal dari sisi infrastruktur, tetapi juga aman, adaptif, serta mampu mendukung kebutuhan workload AI dan aplikasi mission-critical pelanggan,” ujar Andreuw.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pelanggan enterprise yang semakin banyak mengadopsi arsitektur hybrid dan multi-cloud dalam operasional bisnis mereka.

Andreuw menegaskan bahwa permintaan terhadap solusi keamanan aplikasi, visibilitas lalu lintas data, serta optimalisasi performa jaringan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI dan cloud computing.

“Kami melihat kebutuhan pelanggan terhadap keamanan aplikasi, visibilitas trafik, serta optimalisasi performa semakin meningkat seiring adopsi AI dan cloud. Melalui kolaborasi ini, NeutraDC siap menjadi mitra strategis dalam perjalanan transformasi digital pelanggan secara end-to-end,” tambahnya.

Sementara itu, Chief Revenue Officer F5 Chad Whalen menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Pertumbuhan tersebut membuka peluang luas bagi pengembangan teknologi aplikasi modern dan solusi keamanan digital.

“F5 berkomitmen menghadirkan solusi application security dan delivery yang mampu melindungi aplikasi modern di lingkungan multi-cloud dan AI-driven. Melalui kolaborasi dengan NeutraDC, kami dapat mengintegrasikan teknologi F5 lebih dekat dengan infrastruktur data center lokal sehingga pelanggan di Indonesia memperoleh solusi AI Connectivity yang terintegrasi, aman, dan memiliki performa optimal,” ujarnya.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji juga menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi TelkomGroup dalam membangun fondasi infrastruktur digital nasional yang kompetitif di tingkat global.

“Kolaborasi NeutraDC dan F5 mencerminkan komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan infrastruktur dan platform digital yang AI-ready serta secure by design. AI-secure Connectivity yang kami tawarkan bukan sekadar solusi konektivitas, tetapi integrasi menyeluruh antara jaringan, data center, cloud, dan keamanan aplikasi. Dengan memperkuat kapabilitas tersebut, kami optimistis dapat mendukung akselerasi transformasi digital nasional sekaligus membuka peluang model bisnis baru di era ekonomi berbasis AI,” jelas Seno.

Inisiatif kolaborasi ini juga sejalan dengan agenda strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kedaulatan data, keamanan informasi, serta pembangunan infrastruktur digital yang tangguh untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital.

Ke depan, NeutraDC dan F5 akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut untuk merumuskan rencana implementasi kerja sama secara lebih terstruktur. Pembahasan tersebut mencakup aspek teknis, operasional, komersial, hingga tata kelola perusahaan.

Seluruh proses akan dijalankan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan berharap dapat membangun fondasi AI Connectivity yang kuat bagi pelaku industri nasional. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital berbasis kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat.