Logo Bloomberg Technoz

Apakah Teknologi AI Menyebabkan Gelombang PHK di Industri Gim?

Farid Nurhakim
20 January 2026 10:26

Ilustrasi industri video game online. Bloomberg
Ilustrasi industri video game online. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) muncul sebagai pusat perdebatan, dengan sebagian orang mengaitkan penggunaannya dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan lainnya memandang keputusan tersebut didorong oleh uang, bukan teknologi. Hal ini terjadi di tengah gelombang PHK secara signifikan di industri video game, termasuk penutupan studio baru-baru ini di kantor Ubisoft di Halifax, Kanada.

Sejumlah peneliti dan pakar industri menyebut kecerdasan buatan generatif (generative AI) tidak mampu menggantikan seluruh tenaga kerja di industri ini, sehingga keputusan bisnis yang mendorong kejadian PHK mungkin sama sekali tidak ada hubungannya dengan AI.

Seorang profesor dari Universitas McGill sekaligus Ketua Institut Riset Lanjutan Kecerdasan Buatan Kanada (Canadian Institute for Advanced Research/CIFAR) Derek Nowrouzezahrai mengatakan argumen bisnis terkait hilangnya pekerjaan secara luas akibat AI terlalu dibesar-besarkan.


Menurut dia, teknologi tersebut bisa mempercepat sejumlah tugas tertentu seperti desain antarmuka (interface design) dan membantu menemukan bug. Namun Nowrouzezahrai menilai AI kurang memiliki kendali, konteks, dan keandalan yang dibutuhkan untuk menggantikan pekerja terampil di lingkungan produksi nyata.

“Alat-alat ini sangat ampuh. Tetapi ada batasan sejauh mana Anda dapat mencapai hasil tanpa pengawasan, bimbingan, dan interaksi manusia yang cermat serta ahli,” kata dia, dilansir Financial Post, Selasa (20/1/2026).