Logo Bloomberg Technoz

Mengutip Bloomberg News, tim perunding AS ingin mengubah bahasa hukum tersebut guna memastikan AS tidak menghadapi pembatasan apa pun dalam menjalankan rencana militernya. Meski demikian, detail kesepakatan tersebut masih dalam tahap perundingan intensif.

Fokus baru pada Greenland menegaskan pendekatan pemerintahan Trump yang memandang keamanan sumber daya sebagai bagian dari keamanan nasional.

Kaya Mineral Kritis 

Greenland kaya akan sumber daya alam, termasuk bijih besi, grafit, tungsten, paladium, vanadium, seng, emas, uranium, tembaga, dan minyak. Namun, sumber daya yang paling menarik perhatian di kawasan ini adalah unsur tanah jarang atau rare earth elements (REE).

Wilayah ini diperkirakan memiliki sekitar 36,1 juta metrik ton unsur tanah jarang ringan dan berat. Namun, hanya sekitar 1,5 juta ton yang telah terbukti sebagai sumber daya, menurut Survei Geologi Denmark dan Greenland (GEUS) serta Survei Geologi AS (USGS).

Mengutip Center for Strategic and International Studies (CSIS), Greenland menempati peringkat kedelapan di dunia dalam cadangan tanah jarang, dengan sekitar 1,5 juta ton cadangan.

Cadangan logam tanah jarang terbesar di dunia. (S&P Global)

Selain unsur tanah jarang, Greenland juga memiliki potensi sumber daya yang tinggi untuk molibdenum, grafit, hafnium, niobium, logam kelompok platina, tantalum, dan titanium, menurut estimasi GEUS. Pulau ini juga memiliki cadangan uranium yang signifikan, meskipun pemerintahnya melarang penambangan uranium pada 2021.

Selain itu, Greenland memiliki dua endapan tanah jarang yang termasuk terbesar di dunia: Kvanefjeld dan Tanbreez. Meski demikian, hingga saat ini belum ada aktivitas penambangan tanah jarang di pulau tersebut.

Iklim Arktik yang keras menjadi penghambat utama kegiatan pertambangan di sebagian besar wilayah Greenland sepanjang tahun. Hanya sekitar 20% wilayah Greenland yang bebas es, dan suhu dapat turun hingga di bawah -40 derajat Fahrenheit.

Namun, mencairnya lapisan es akibat pemanasan global membuka akses ke sumber daya mineral tambahan serta jalur pelayaran dan transportasi baru, yang berpotensi menjadikan Greenland mitra pertambangan yang layak.

Kvanefjeld merupakan endapan REE darat terbesar ketiga yang diketahui di dunia, dengan lebih dari 11 juta ton metrik cadangan dan sumber daya, termasuk sekitar 370.000 ton metrik tanah jarang berat.

Proyek ini memulai eksplorasi dan studi pra-kelayakan di bawah Energy Transition Minerals (sebelumnya Greenland Minerals and Energy) pada 2007, menyelesaikan studi kelayakan dan memasuki tahap perizinan pada 2015.

Cadangan mineral di Greenland. (Geological Survey of Denmark and Greenland/GEUS)

Studi kelayakan menunjukkan kadar bijih tanah jarang yang tinggi, yaitu 1,43%, jauh di atas proyek seperti Serra Verde di Brasil (0,15%) dan Round Top di Texas (0,033%), namun masih di bawah kadar unggulan Mt Weld di Australia (6,40%), Mountain Pass milik MP Materials (5,96%), dan Bayan Obo di China (2,55%).

Endapan Tanbreez belum sejauh itu dalam tahap pengembangan—baru menyelesaikan penilaian ekonomi awal pada 2025—namun juga diperkirakan mengandung endapan REE yang signifikan secara global, bahkan berpotensi menjadi yang terbesar di dunia, dengan sekitar 28,2 juta ton.

Lebih dari 27% proyek ini diperkirakan terdiri dari tanah jarang berat. Namun, kadar bijihnya diperkirakan jauh lebih rendah, yakni sekitar 0,38%.

Proyek Berjalan 

Perusahaan asal AS, Critical Metals, memiliki proyek Tanbreez di Greenland selatan, yang menurut perusahaan tersebut mengandung sekitar 27% dari total unsur tanah jarang berat global. Namun, proyek ini belum mencapai produksi komersial.

Mengutip Argus Media, Critical Metals telah menandatangani sejumlah perjanjian offtake, termasuk dengan REalloys, Ucore Rare Metals, dan perusahaan Arab Saudi Tariq Abdel Hadi Abdullah Al-Qahtani & Brothers Company.

Hingga Kamis, seluruh produksi konsentrat unsur tanah jarang dari proyek ini telah dialokasikan untuk offtake melalui kontrak jangka panjang, menurut Critical Metals.

Critical Metals menerima surat minat pendanaan sebesar US$120 juta dari US Export-Import Bank pada Juni untuk proyek unsur tanah jarang Tanbreez, yang mencakup studi, tahap pra-produksi, dan penambangan awal.

Perusahaan Kanada, Greenland Resources, memperoleh izin eksploitasi selama 30 tahun untuk molibdenum dan magnesium pada proyek Malmberg di Greenland timur pada Juni, namun belum memulai produksi komersial.

Dalam setahun terakhir, perusahaan ini telah menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang dari proyek tersebut dengan produsen baja nirkarat asal Finlandia Outokumpu, pemasok logam Jerman Hempel Metallurgical, serta produsen baja khusus Italia Cogne Acciai Speciali.

Greenland Resources juga menarik minat pendanaan yang signifikan dari lembaga pemerintah Eropa.

Uni Eropa pada Desember menyatakan akan membantu mendanai proyek molibdenum tersebut, dengan mencatat bahwa proyek ini dapat dengan cepat memenuhi kebutuhan Uni Eropa akan molibdenum untuk sektor pertahanan. Proyek ini juga menerima dukungan dari European Raw Materials Association pada 2022.

(naw)

No more pages