Logo Bloomberg Technoz

Akhir pekan lalu, Departemen Energi AS merilis aturan darurat untuk mempersilakan pembangkitan listrik secara maksimal. Termasuk pembangkit bertenaga batu bara.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau justru terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara berada di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 52.

RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang berada di posisi bullish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 64. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Kemudian indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 2. Menunjukkan bahwa volatilitas harga batu bara pekan ini sepertinya tidak tinggi.

Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara masih menyimpan risiko koreksi. Target support terdekat adalah US$ 108/ton.

Cermati pivot point di US$ 107/ton. Dari sini, harga batu bara bisa saja mengetes support US$ 106-105/ton.

Namun andai harga batu bara bisa naik, maka US$ 110/ton bisa menjadi resisten terdekat. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 112-113/ton dengan US$ 117/ton sebagai target paling optimistis.

(aji)

No more pages