Logo Bloomberg Technoz

Para pelaku pasar menghadapi pekan krusial saat Federal Reserve (The Fed) bersiap mengumumkan keputusan kebijakannya dan laporan keuangan dari perusahaan raksasa seperti Microsoft Corp dan Tesla Inc.

Pasar saham telah stabil setelah gejolak volatilitas baru-baru ini yang dipicu oleh ketegangan AS-Eropa kembali memicu kekhawatiran perang tarif, sementara kenaikan tajam imbal hasil obligasi Jepang mengguncang pasar obligasi global.

"Sebagian besar upaya untuk mendukung mata uang mereka hanya akan menyebabkan suku bunga jangka panjang naik lebih jauh," tulis Matt Maley, kepala ahli strategi pasar Miller Tabak, dalam catatannya. "Oleh karena itu, mereka tampaknya di antara dua pilihan yang sulit saat ini."

Titik terendah dan tertinggi yen dan jumlah intervensi. (Bloomberg)

Lonjakan yen dalam sesi AS pada Jumat terjadi setelah pelaku pasar melaporkan bahwa The Fed New York telah menghubungi lembaga keuangan untuk menanyakan tentang nilai tukar yen. Wall Street melihatnya sebagai indikasi bahwa bank tersebut bersiap membantu pejabat Jepang melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing guna menopang yen.

Investor ekuitas juga melihat alasan untuk waspada karena sentimen tetap rapuh menjelang Pemilu 8 Februari. Sejak awal tahun, saham Jepang melonjak akibat spekulasi bahwa Takaichi akan memperkuat kekuasaannya melalui Pemilu dadakan dan kemudian meningkatkan belanja. Namun, Selasa lalu, apa yang disebut "Takaichi trade" runtuh.

Dalam berita geopolitik, Presiden Donald Trump mengancam Kanada dengan tarif 100% terhadap semua ekspornya ke AS jika negara itu menandatangani kesepakatan dagang dengan China. Hal ini memperburuk ketegangan antara Washington dan negara tetangga utaranya.

Peristiwa risiko utama akhir pekan ini adalah keputusan suku bunga oleh The Fed. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada Rabu, meski Trump mendesak penurunan biaya pinjaman.

Investor obligasi juga akan mengalihkan fokus pada perubahan kepemimpinan bank sentral setelah pekan lalu Trump mengatakan akan segera mengumumkan pengganti Gubernur Jerome Powell.

Pasar komoditas juga akan menjadi sorotan pekan ini setelah harga perak melampaui US$100 per troy ons untuk kali pertama. Angka ini memperpanjang reli luar biasa yang didorong oleh lonjakan permintaan aset safe-haven dan pembelian gila-gilaan di pasar ritel dari Shanghai hingga New York.

Harga perak spot melonjak 7,2% menjadi US$103,19 per troy ons pada Jumat, membawa kenaikan tahun ini menjadi 44% setelah harga naik lebih dari dua kali lipat pada 2025. Emas juga naik ke rekor baru, mendekati US$5.000 per troy ons.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Mata Uang

Euro naik 0,4% menjadi US$1,1874
Yen Jepang naik 0,9% menjadi 154,35 per dolar
Yuan offshore sedikit berubah menjadi 6,9483 per dolar

Kripto

Bitcoin turun 0,1% menjadi US$86.373,76
Ether turun 0,7% menjadi US$2.796,3

(bbn)

No more pages