Logo Bloomberg Technoz

Saat Bursa Saham Asia Melaju, IHSG Malah Lesu

Muhammad Julian Fadli
11 March 2026 18:10

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham perindustrian menjadi pemberat langkah Indeks.

Pada Rabu (11/3/2026), IHSG ditutup di posisi 7.389,39. Turun 0,69% dibanding hari sebelumnya.

Padahal pagi hari tadi IHSG mampu membuka hari di zona hijau dengan penguatan 1%. Namun tidak lama kemudian, IHSG mengalami fluktuasi sampai berada di jalur merah pada tutup dagang.


Saham–saham barang baku menjadi yang melemah paling dalam, mencapai 1,33%. Saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melemah 6,54%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ambruk 5,58%, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) terpangkas 4,91%.

Saham LQ45 potensial lainnya juga menjadi beban bagi IHSG, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) amblas 7,23%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) jatuh 6,33%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berkurang 5,83%, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) minus 5,11%.