Logo Bloomberg Technoz

FCX melaporkan berdasarkan studi ekonomi yang dilakukan, akan terdapat peningkatan modal sebesar US$0,5 miliar atau sekitar 10%, dampak terhadap tingkat operasi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), dan penundaan pengeluaran modal terkait dengan pengolahan bijih pirit yang lebih tinggi.

Adapun, FCX melaporkan pada 31 Desember 2025 Freeport Indonesia telah mengeluarkan dana sekitar US$1,1 miliar untuk Kucing Liar. Sementara itu, investasi modal yang diperlukan, diperkirakan bertambah US$4 miliar hingga 2033.

FCX menargetkan produksi awal dari tambang Kucing Liar mulai berjalan dan ditingkatkan secara bertahap mulai 2030.

“Produksi awal diperkirakan mulai berjalan dan ditingkatkan secara bertahap sekitar tahun 2030,” tulis perwakilan manajemen FCX.

Hingga saat ini Freeport Indonesia mengandalkan tiga tambang yang dimiliki yakni; Grasberg Block Cave yang menghasilkan sekitar 140.000 ton bijih sehari, DMLZ sekitar 70.000 ton bijih sehari, dan Big Gossan 7.000 ton bijih per hari dengan kadar tembaga yang lebih tinggi.

Adapun, volume produksi tembaga Freeport Indonesia sepanjang 2025 tembus 1,01 miliar pon. Besaran tersebut tercatat lebih rendah 44% jika dari produksi tembaga Freeport 2024 sebesar 1,8 miliar pon.

Penjualan tembaga sepanjang 2025 tercatat sebesar 1,2 miliar pon, lebih rendah 26,2% jika dibandingkan dengan torehan penjualan tembaga Freeport sepanjang 2024 sebesar 1,63 miliar pon.

Di sisi lain, produksi emas Freeport Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 937.000 ons. Torehan tersebut lebih rendah 49,7% dari produksi emas Freeport pada 2024 sebanyak 1,86 juta ons.

Sementara itu, penjualan emas sepanjang 2025 dilaporkan mencapai 1,05 juta ons. Penjualan emas Freeport pada tahun lalu lebih rendah 42,2% dibandingkan dengan penjualan emas 2024 sebesar 1,81 juta ton.

(azr/wdh)

No more pages