Logo Bloomberg Technoz

Produksi Tak Mencukupi, Begini Gambaran Impor Daging RI

Redaksi
23 January 2026 10:40

Pedagang memotong daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (25/3/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (25/3/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komoditas daging sapi sedang menjadi perbincangan hangat saat ini. Harga yang bergerak naik menjadi beban tersendiri bagi konsumen jelang Ramadan.

Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga rata-rata daging sapi kualitas 1 di tingkat konsumen pada Jumat (23/1/2026) ada di Rp 136.161/kg. Kemarin, harga berada di Rp 142.350/kg.

Salah satu penyebab tingginya harga adalah tingginya harga impor. Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memang masih bergantung dari pasokan daging luar negeri.


Mengutip laporan Outlook Komoditas Peternakan Daging Sapi keluaran Kementerian Pertanian, produksi daging sapi nasional  pada 20252029 diestimasi mengalami pertumbuhan 0,06% per tahun. Pada 2024 angka sementara produksi daging sapi (karkas, jeroan, dan daging variasi) mencapai 597,7 ribu ton.

“Maka pada 2025 dan 2026 diestimasi masing-masing mencapai 591,6 ribu ton dan 590,13 ribu ton. Pada 2027 produksi daging sapi diperkirakan mencapai 591,6 ribu ton, dan 2028 mencapai 594,9 ribu ton,” ungkap laporan tersebut.