Logo Bloomberg Technoz

Walau Melemah, Rupiah Tetap Jadi Runner-Up Asia

Redaksi
09 March 2026 14:31

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mata uang Asia terbenam di zona merah pada perdagangan hari ini, tidak terkecuali rupiah. Akan tetapi, depresiasi rupiah ternyata tidak sedalam mata uang negara-negara Benua Kuning.

Pada Senin (9/3/2026) pukul 14:10 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 16.958 di perdagangan  pasar spot. Hanya melemah tipis 0,05% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara mata uang utama Asia lainnya terkoreksi lebih dalam. Yen Jepang, yuan China, rupee India, won Korea Selatan, dolar Taiwan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan peso Filipina melemah masing-masing 0,46%, 0,15%, 0,57%, 0,81%, 0,15%, 0,74%, 0,47%, 0,13%, dan 0,62%.


Dengan pelemahan hanya 0,05%, bahkan rupiah mampu menjadi mata uang terbaik kedua di Asia. Cuma kalah dari dolar Hong Kong yang menguat 0,1%.

Sepertinya intervensi Bank Indonesia (BI) cukup efektif dalam meredam laju depresiasi rupiah. Sejak pekan lalu, MH Thamrin cukup aktif di pasar dalam stabilisasi rupiah.