Logo Bloomberg Technoz

Sepanjang Maret, Pelemahan Rupiah Tergolong Minim di Asia

Redaksi
09 March 2026 15:17

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sepanjang bulan ini mayoritas mata uang di pasar Asia kompak melemah, menyusul perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia hingga di atas US$100 per barel. 

Kala mata uang Asia melemah, rupiah ikut terseret arus pelemahan di kawasan. Hari ini dalam pembukaan spot, rupiah mencapai angka terlemah sepanjang masa dan sempat tembus Rp17.015/US$.

Namun, apabila ditelisik lebih lanjut, maka pelemahan rupiah sepanjang Maret sejak perang pecah di Timur Tengah, tak terlalu buruk. Rupiah memang ikut tertekan, tetapi pelemahannya relatif lebih terbatas dibanding beberapa negara lain. 


Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan, rupiah melemah 1,09% hanya lebih buruk daripada yuan offshore dan yuan spot China. 

Tak seperti won Korea Selatan dan peso Filipina yang melemah paling dalam sebesar 3,62% sejak perang pecah, rupiah agaknya masih bisa memiliki performa yang relatif lebih baik daripada negara-negara di kawasan. 

Nilai tukar mata uang Asia sejak awal Maret, setelah perang AS-Iran pecah. (Bloomberg)