Lantaran situasi tersebut, pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun 12 unit pabrik yang terintegrasi, mulai dari pabrik pakan hingga produksi DOC di berbagai wilayah Indonesia.
“Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini (lonjakan harga DOC) tidak terjadi lagi. Kemudian negara harus hadir, termasuk ada daging dan seterusnya. Itu bisa intervensi pasar, itu tujuannya,” jelas Amran.
Seperti diketahui, pemerintah telah menyiapkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur di berbagai daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pendanaan ini merupakan bagian dari rencana hilirisasi pangan yang lebih besar dan akan disalurkan melalui Danantara.
Adapun proyek tersebut akan melibatkan BUMN sektor pangan yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari.
Pada tahap awal, pengembangan klaster ayam petelur dan pedaging akan dibangun di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Kawasan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pasokan ayam dan telur di masing-masing daerah dan akan melibatkan PTPN III serta PT Berdikari dalam kegiatan hulu. Sementara peternak tetap menjadi pelaku utama budidaya sedangkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) akan bertindak sebagai off taker.
(ain)






























