Lembaga riset Ember melaporkan, angin dan matahari (solar) menyumbang sekitar sepertiga dari pembangkitan listrik di Benua Biru tahun lalu. Sudah lebih tinggi dari energi fosil dengan kontribusi 29%.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Kamis (22/1/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih bertahan di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 55. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah berada di 93. Jauh di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara masih menyimpan risiko koreksi. Target support terdekat adalah US$ 108/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Dari situ, ada risiko harga melanjutkan koreksi ke level US$ 107-106/ton.
Namun seandainya harga batu bara bisa bangkit, maka US$ 110/ton sepertinya menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke rentang US$ 113-117/ton.
(aji)






























