Logo Bloomberg Technoz

DPR: Peserta Magang Nasional Dimintai Uang hingga Putus Kontrak

Mis Fransiska Dewi
21 January 2026 18:30

Ilustrasi ⁠Program Magang Nasional 2025 (Diolah)
Ilustrasi ⁠Program Magang Nasional 2025 (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membeberkan terdapat peserta program magang nasional yang mengalami perlakuan tidak semestinya dari perusahaan penyelenggara. Peserta magang dimintai uang hingga pemutusan kontrak di tengah masa magang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengaku menerima laporan langsung melalui pesan WhatsApp dari peserta magang. Dia meminta Kemnaker menindaklanjuti persoalan tersebut. 

"Perusahaan yang untuk magang mohon untuk di-tracking karena beberapa di tengah jalan ada yang memutus kontrak dengan peserta magang karena katanya perusahaan tidak membutuhkan tambahan pekerja," kata Nihayatul dalam rapat bersama Kementerian Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Rabu (21/1/2026).


Tak hanya itu, ada juga perusahaan yang memberikan pekerjaan tidak sesuai job description (jobdesk) dan bahkan diduga meminta uang kepada peserta magang. Nihayatul menyebut permasalahan di program magang ini sudah viral di media sosial.

"Ada perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan tidak sesuai jobdesk yang ditawarkan di awal dan juga ada yang meminta uang kepada peserta magang. Itu juga sudah ramai di media sosial," ujar Nihayatul.