BI Dorong Likuiditas, SRBI di Pasar Tinggal Rp694,4 Triliun
Sultan Ibnu Affan
21 January 2026 14:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) masih melanjutkan aksi menyuntikkan likuiditas ke pasar. Salah satunya dengan berkurangnya peredaran instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ini adalah instrumen operasi moneter penarik dana asing jangka pendek.
BI melaporkan pada 20 Januari 2026 posisi SRBI sudah turun menjadi Rp694,4 triliun. Pada awal 2025 totalnya mencapai Rp916,9 triliun dan akhir 2025 menyentuh Rp694,4 triliun.
Stategi ekspansi likuiditas moneter lainnya yang ditempuh BI adalah membeli SBN sebagai bentuk sinergi antara fiskal dan moneter. Hingga 20 Januari 2026 nilainya mencapai 23,69 triliun termasuk di pasar sekunder Rp13,21 triliun.
“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar terukur dan konsusten dengan program moneter,” ungkap Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
BI melaporkan pada 15 Januari 2026, imbal hasil SRBI tenor 9 bulan dan 12 bulan telah turun masing-masing 254 bps dan 258 bps. Imbal hasilnya kini menjadi 4,62% dan 4,69%.
































