Logo Bloomberg Technoz

88 Ribu Orang Kena PHK Sepanjang 2025, Ini Penjelasan Kemnaker

Mis Fransiska Dewi
21 January 2026 15:10

Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Diolah)
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan penyebab tingginya jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 dibanding 2024 karena terdapat tekanan pada ekspor dan impor di sektor manufaktur. 

Berdasarkan data PHK yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk periode Januari-Desember 2025, jumlah korban PHK pada 2025 tembus 88.519 orang dibanding 2024 di angka 77.965 orang. Artinya ada peningkatan jumlah PHK sebanyak 10.554 orang.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan tingginya angka PHK 2025 terjadi lantaran tensi geopolitik pada awal 2025 hingga akhir semester I-2025 cukup tinggi sehingga berpengaruh terhadap industri di Tanah Air. 


“Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor impor ya. Itu pasti kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi geopolitik. Ada perang dan sebagainya pasti itu pengaruh ke ekspor,” kata Indah ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (21/1/2026). 

Indah menyebut sektor manufaktur memberikan kontribusi cukup tinggi dibanding sektor lainnya dalam PHK 2025. “Masih kayak manufaktur [sektor tertinggi PHK],” ujarnya.