Adapun sebanyak 88.519 orang PHK tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
PHK pada 2025 juga lebih tinggi dibandingkan PHK tahun 2023 yang sebanyak 64.855 orang. Bahkan, PHK tahun lalu melonjak drastis dibanding tahun 2022 yang sebanyak 25.114 orang.
Lalu, PHK periode Januari-Desember 2025 naik dibanding PHK periode Januari-November 2025 yang sebanyak 79.302 orang. Artinya ada peningkatan PHK sebanyak 9.217 orang dalam periode satu bulan.
Kinerja Ekspor & Manufaktur
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat kinerja nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 tercatat US$256,56 miliar atau tumbuh 5,61% secara kumulatif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$242,94 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan pertumbuhan nilai ekspor sepanjang sebelas bulan pertama 2025 ditopang oleh nilai ekspor non-migas yang naik 7,07% dengan nilai mencapai US$244,75 miliar dibandingkan tahun sebelumnya US$228,59 miliar.
"Ekspor migas pada periode tersebut tercatat sebesar US$11,81 miliar. Angka ini turun 17,64% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$14,34 triliun," kata Pudji dalam konferensi persnya, Senin (5/1/2026).
Jika dilihat berdasarkan sektor, peningkatan ekspor non-migas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan sektor pertanian.
Sektor industri pengolahan tercatat sebagai pendorong utama peningkatan kinerja ekspor non-migas dengan andil sebesar 10,41% terhadap pertumbuhan ekspor non-migas Januari–November 2025.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data aktivitas manufaktur periode kuartal IV-2025. Hasilnya, aktivitas manufaktur masih ekspansif bahkan lebih cepat ketimbang kuartal sebelumnya.
Pada Senin (19/1/2026), BI melaporkan Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI sebesar 51,86%. PMI-BI di atas 50% menandakan aktivitas yang berada di zona ekspansi.
PMI-BI pada kuartal IV-2025 lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 51,66%. Skor PMI-BI di 51,86% juga menjadi yang tertinggi sejak kuartal II-2024 atau sekira 1,5 tahun terakhir.
(ain)





























