Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibuka Melemah Imbas Profit Taking dan Tensi Geopolitik

Muhammad Julian Fadli
21 January 2026 09:29

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026), dibuka melemah. Pada pukul 9.20, indeks kehilangan 47,74 poin atau setara dengan melemah 0,52% ke level 9.086.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 13,04 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,82 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 808.949 kali.

Adapun pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG dibuka langsung melemah dengan turun 40,26 poin atau setara dengan tertekan 0,44% ke level 9,094.


Sebanyak 155 saham menguat, dan 418 saham melemah. Sementara, 129 saham tidak bergerak.

Mencermati analisis saham di perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG tertekan akibat aksi profit taking pasca mencetak rekor ATH. Sentimen pasar dipengaruhi pelemahan rupiah mendekati Rp17.000/US$, meningkatnya tensi geopolitik AS–Eropa, serta sikap wait and see menjelang RDG BI.