“Seara teknikal, kami melihat adanya potensi koreksi sehat (healthy pullback) menuju area support di level 9.110, dengan resistance terdekat di kisaran 9.170,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Potensi koreksi ini sejalan dengan tekanan dari nilai tukar rupiah yang melemah, ekspektasi penahanan BI Rate di level 4,75%, serta dinamika faktor makro global seperti geopolitik dan pergerakan harga komoditas yang masih perlu dicermati khususnya emas sebagai sentimen lanjutan pasar.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ARCI, ADMR, dan KPIG.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memaparkan, momentum penguatan IHSG mulai melemah secara teknikal, yang disinyalir dari indikator MACD dan indikasi adanya distribusi. Stochastic RSI juga berpotensi mengalami Death Cross di area overbought.
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9.000 – 9.150,” mengutip riset Phintraco.
Ancaman tarif oleh Presiden Trump terhadap 8 anggota NATO meningkatkan ketidakpastian dan fluktuasi. Negara–negara Eropa dilaporkan sedang membahas tarif balasan terhadap AS dan langkah–langkah yang lebih luas sebagai respon atas ancaman tarif baru dari AS.
Presiden Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap anggur dan sampanye Prancis karena Presiden Prancis menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Trump.
“Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) pada 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss, diperkirakan juga akan menjadi fokus perhatian investor global, terutama terkait dengan kehadiran Presiden Trump pada pertemuan tersebut.”
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MDKA, BRMS, ARCI, MAPI, dan ADMR.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, gas, batu bara, CPO, emas dan timah berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 9.080 – 9.025 dan resist 9.190 – 9.245,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham BRMS, ADMR, ADRO, HRTA, ANTM, dan MBMA.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan tensi yang masih tinggi dan meningkat di global, serta melemahnya nilai tukar Rupiah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MIKA, TKIM, dan DSSA.
Jika IHSG bergerak melemah di bawah MA–5 pada level 9.071, maka ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju MA–20 sampai dengan Lower Parallel Channel di level 8.715 – 8.875.
“Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG.”
(fad)




























