Kalender Ekonomi: WEF, Suku Bunga BI, dan Data Ekonomi AS
Redaksi
19 January 2026 13:54

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sederet kalender ekonomi di pekan ini kemungkinan akan menambah dampak pada prospek ekonomi dan persepsi pasar, khususnya di negara berkembang. Setelah pekan lalu pelaku pasar khawatir oleh sejumlah aksi politik yang dilancarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mempengaruhi pergerakan nilai aset di pasar negara berkembang, pekan ini pelaku pasar bisa mengambil jeda dan sedikit melihat arah dari rilisnya data dan aktivitas ekonomi.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan menetapkan arah suku bunga acuan. Konsensus menyebut BI kemungkinan akan berupaya mempertahankan suku bunga acuan untuk stabilisasi nilai tukar mata uang.
Sementara dari panggung global, delegasi ekonomi Indonesia juga hadir dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) yang berlangsung dari 19-23 Januari di Davos, Swiss.
Di tengah kondisi fragmentasi geopolitik yang semakin parah, WEF jadi wadah dialog antar bangsa untuk kembali membangun ekonomi dunia. Meningkatnya penggunaan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi domestik membuat arsitektur perdagangan global semakin rapuh, lantaran dipenuhi kebijakan sepihak.
Alih-alih memperkuat ketahanan ekonomi, praktik ini justru menambah ketidakpastian bagi dunia usaha, dan mengganggu rantai pasok lintas negara. Pada akhirnya, menekan prospek pertumbuhan global.
























