Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, MSCI menerapkan pembatasan terhadap saham-saham baru yang akan masuk ke dalam indeks. Saham baru akan dihitung menggunakan metodologi yang lebih ketat sehingga bobot awalnya di dalam indeks relatif lebih kecil dibandingkan dengan metode sebelumnya.

Perhitungan Foreign Inclusion Factor (FIF) juga dilakukan dengan pendekatan yang lebih konservatif. Adapun FIF dalam MSCI adalah Foreign Inclusion Factor, yaitu faktor penyesuaian yang menentukan porsi saham suatu emiten yang benar-benar dapat dimiliki dan diperdagangkan oleh investor asing, digunakan untuk menghitung bobot saham di indeks MSCI agar mencerminkan ketersediaan saham bagi investor global. 

Jika FIF suatu saham turun, maka bobotnya di indeks MSCI mengecil, berpotensi memicu aksi jual oleh dana indeks dan memengaruhi harga saham tersebut.

Dalam kebijakan sementara ini, MSCI juga menggunakan asumsi free float yang lebih rendah, dengan data free float mengacu pada estimasi laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Konsekuensinya, saham baru yang masuk ke dalam indeks akan memiliki bobot awal yang relatif kecil sejak pencatatan.

Penerapan kebijakan sementara ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah terjadinya lonjakan transaksi atau high turnover sebelum metodologi final diberlakukan secara penuh. Hingga Mei 2026, MSCI memilih untuk mempertahankan bobot indeks tetap terkendali guna mengurangi potensi gejolak di pasar.

(dhf)

No more pages