Logo Bloomberg Technoz

Bangkrutnya ISN hingga BUMN Baru: Jejak Krisis Industri Tekstil

Recha Tiara Dermawan
18 January 2026 10:30

Ilustrasi sektor padat karya industri tekstil Sritex. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi sektor padat karya industri tekstil Sritex. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mengungkapkan wacana pembentukan BUMN Tekstil baru dengan menyiapkan pendanaan sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp100 triliun melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tekanan global dan pelemahan struktur industri dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan kembali BUMN tekstil merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (11/1/2026).


“Kita pernah mempunyai BUMN tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga, dikutip Minggu (18/1/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah telah merampungkan studi awal dan akan melanjutkannya dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil nasional. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, serta peningkatan kapasitas ekspor.