Tren Liburan Fleksibel Dorong Popularitas Short Getaway

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rangkaian hari libur nasional, cuti bersama, serta perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat sepanjang 2025. Mobilitas wisatawan terlihat semakin tinggi, mulai dari perjalanan singkat ke kota terdekat hingga liburan lintas pulau dan ke luar negeri. Fenomena ini menandai bahwa perjalanan telah kembali menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat.
Peningkatan aktivitas bepergian tersebut tidak hanya berdampak pada volume perjalanan, tetapi juga membentuk pola baru dalam cara wisatawan merencanakan liburan. Perjalanan kini lebih fleksibel, menyesuaikan momentum libur, serta dirancang dengan pertimbangan yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di tengah dinamika tersebut, akomodasi tetap menjadi salah satu komponen utama yang paling diperhatikan wisatawan. Akomodasi tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat bermalam, melainkan telah berkembang menjadi bagian integral dari keseluruhan pengalaman liburan.
Perubahan cara pandang ini semakin menguat seiring dengan tren liburan yang lebih personal dan berbasis pengalaman. Wisatawan cenderung memilih penginapan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan, baik untuk liburan keluarga, short getaway, maupun staycation dengan konsep tertentu.
Data pemesanan tiket.com sepanjang kuartal keempat 2025 menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan pada sektor akomodasi. Pemesanan penginapan tercatat tumbuh sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2025, mencerminkan minat bepergian yang tetap kuat di kalangan masyarakat.
Lonjakan permintaan paling terasa pada periode Natal dan Tahun Baru. Momen liburan besar tersebut mendorong peningkatan kebutuhan penginapan di berbagai kota besar dan destinasi wisata favorit, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional jarak dekat.
“Kami melihat adanya pola tahunan yang konsisten, di mana permintaan akomodasi meningkat pada peak season seperti akhir tahun. Saat ini, masyarakat juga merencanakan perjalanan dengan lebih matang serta memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perjalanan mereka,” kata Cisyelya Bunyamin, SVP of Accomodation, tiket.com.
Pola ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak lagi bersifat spontan sepenuhnya. Sebaliknya, banyak pelancong yang melakukan pemesanan lebih awal agar mendapatkan pilihan akomodasi terbaik sesuai preferensi dan anggaran.
Akomodasi Jadi Penentu Pengalaman Liburan
Berdasarkan waktu check in, puncak pemesanan akomodasi pada kuartal keempat 2025 terjadi pada pekan Natal, yakni sekitar 21 hingga 27 Desember 2025. Hal ini menegaskan bahwa akhir tahun tetap menjadi momentum utama bagi masyarakat untuk berlibur.
Tren tersebut juga mencerminkan pergeseran perilaku wisatawan yang semakin terencana. Wisatawan cenderung menyusun jadwal perjalanan lebih awal dan memilih akomodasi yang dapat menunjang kenyamanan selama masa liburan.
Akhir tahun tidak hanya dimanfaatkan untuk bepergian, tetapi juga untuk menikmati pengalaman menginap yang lebih bermakna. Short getaway, perjalanan keluarga, hingga staycation tematik menjadi pilihan populer sebagai cara menutup tahun.
Dalam konteks ini, akomodasi yang family friendly seperti vila dan apartemen semakin diminati. Jenis penginapan ini dinilai menawarkan fleksibilitas ruang dan kenyamanan lebih, terutama bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga besar.
Tren short getaway juga masih mendominasi pola menginap wisatawan. Rata rata durasi menginap pada kuartal keempat 2025 tercatat relatif stabil di kisaran 1,5 hari, menunjukkan kecenderungan liburan singkat namun padat pengalaman.
Keterbatasan waktu serta kebutuhan untuk rehat sejenak menjadi faktor utama pendorong tren ini. Kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan Bogor tercatat sebagai destinasi domestik favorit untuk liburan singkat.
Menariknya, preferensi destinasi wisatawan juga semakin beragam. Pada perjalanan domestik, Bogor masuk ke dalam lima besar kota dengan pemesanan akomodasi terbanyak di tiket.com sepanjang kuartal akhir 2025.
Empat kota lainnya yang tetap menjadi destinasi terfavorit adalah Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Data ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap destinasi yang dekat, mudah diakses, dan cocok untuk perjalanan singkat.
Untuk perjalanan internasional jarak dekat, kawasan Asia Tenggara masih menjadi pilihan utama. Destinasi seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura tercatat sebagai negara tujuan favorit wisatawan Indonesia.
“Tren perjalanan yang semakin dinamis menunjukkan bahwa wisatawan kini semakin selektif dalam memilih akomodasi dan destinasi yang sesuai kebutuhan serta momentum liburan. Dengan fleksibilitas waktu, durasi singkat, dan preferensi pengalaman menginap yang semakin beragam, akomodasi kini memegang peranan penting dalam industri pariwisata,” jelas Cisyelya.
Melihat tingginya minat masyarakat untuk bepergian selama peak season, tiket.com turut menghadirkan berbagai program promo untuk mendorong perencanaan liburan yang lebih optimal. Program ini berlaku mulai akhir 2025 hingga awal 2026.
Dua program promo yang ditawarkan adalah Stay with Benefits dengan cashback hingga Rp150.000 untuk pemesanan 10 room nights dan Stay with Benefits Plus dengan cashback hingga Rp850.000 untuk minimum transaksi Rp20 juta, yang terbatas bagi 600 pengguna pertama.
Promo tersebut berlaku hingga 24 Februari 2026 dan dapat dimanfaatkan setelah konsumen menyelesaikan proses pemesanan. Melalui program ini, tiket.com berharap dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan.
Sebagai pionir online travel agent di Indonesia sejak 2011, tiket.com terus memperkuat perannya dalam menyediakan solusi perjalanan yang lengkap dan terintegrasi. Beragam layanan perjalanan tersedia melalui platform ini, mulai dari tiket transportasi hingga akomodasi.
Dengan tren perjalanan yang semakin dinamis dan berorientasi pada pengalaman, peran akomodasi diperkirakan akan semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Wisatawan kini tidak hanya mencari tujuan, tetapi juga pengalaman menginap yang sesuai dengan gaya hidup mereka.

































