Sepanjang 2026 (year–to–date) saja, IHSG sudah membukukan kenaikan 4,62%. Ini terjadi kala indeks saham negara–negara Asia malah melemah seperti SETI (Thailand), dan SENSEX (India) yang masing–masing merah 0,48%.
Penguatan IHSG juga ditopang oleh investor asing yang amat gencar memborong saham–saham di Tanah Air. Pada 2026 saja, investor asing tercatat beli bersih (net buy) mencapai Rp6 triliun.
Menyitir studi terbaru dari dari NEXT Indonesia Center menunjukkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan tren amat positif, dan untuk pertama kalinya menembus Rp16.000.
Dalam risetnya, NEXT menulis, “pertumbuhan IHSG menunjukkan kepercayaan investor bahwa perekonomian Indonesia bergerak di jalur yang stabil.”
Dari dalam negeri, investor domestik juga menjadi motor bagi keperkasaan IHSG.
“Investor domestik menjadi generasi pemenang. Jika ini bisa terus dipertahankan, maka IHSG di rekor baru hanyalah permulaan,” tegas Mohit Mirpuri, Fund Manager di SGMC Capital Pte, mengutip Bloomberg News.
Pada acara Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen Presiden Prabowo terhadap perekonomian nasional, termasuk pasar modal, tetap kuat.
Dalam kesempatan terpisah, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif. Ia menegaskan kepemimpinannya akan menegakkan prinsip tata kelola yang bersih, tegas, dan berorientasi hasil.
Pemerintah disebut terus memperkuat kebijakan untuk mendorong industrialisasi strategis, memperluas lapangan kerja, dan menjaga kepercayaan investor asing maupun investor dalam negeri.
(fad/aji)





























