Logo Bloomberg Technoz

“Terlepas dari tahun penuh tantangan yang ditandai dengan volatilitas tarif, gangguan rantai pasokan, dan hambatan ekonomi makro yang terus-menerus di beberapa pasar, pasar ponsel pintar global menunjukkan ketahanan luar biasa, menutup 2025 dengan pertumbuhan tahunan yang solid sebesar 1,9%,” kata Popal.

“Menariknya, vendor premium Apple dan Samsung menjadi pendorong pertumbuhan utama, mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara 5 vendor teratas, masing-masing sebanyak 6,3% dan 7,9%,” tuturnya.

Dalam keterangan yang sama, Wakil Presiden untuk Perangkat Klien Global IDC, Francisco Jeronimo mengatakan Samsung mencatatkan pertumbuhan kuartal keempat terkuatnya semenjak 2013 lalu.

Hal ini didorong oleh penjualan yang kuat dari Galaxy Z Fold 7 dan perangkat seri Galaxy A yang terjangkau dengan kemampuan kecerdasan buatan, sementara Apple mencapai kuartal keempat terbaiknya sejak 2021 dan membukukan pendapatan tertinggi yang pernah ada dalam satu kuartal.

“Kuartal keempat 2025 merupakan kuartal yang luar biasa bagi Apple dan Samsung, karena mereka memperkuat posisi mereka di pasar ponsel pintar dengan mendorong penjualan yang kuat di segmen premium dan mencapai harga jual rata-rata tertinggi sepanjang masa.” kata Jeronimo.

Di samping itu, seiring pergeseran pasar ponsel pintar ke arah harga yang lebih tinggi, IDC menyebut sebagian besar vendor terus menghadapi tekanan yang intens.

Meski demikian, Xiaomi, Vivo, dan OPPO mayoritas mempertahankan posisi pasar mereka pada 2025, dengan hanya sedikit penurunan pangsa pasar.

IDC mencatat, Xiaomi mempertahankan posisi ketiga pada kuartal IV-2025, meskipun mengalami penurunan dua digit atau turun 11,4% secara tahunan, yang disebabkan oleh tantangan transisi portofolio produk mereka ke arah harga yang lebih tinggi dan peningkatan persaingan di China.

Di sisi lain, Vivo tetap amat bergantung pada India, yang merupakan pendorong utama pertumbuhannya.

Pada kuartal keempat tahun lalu, IDC menilai OPPO memberikan kinerja yang lebih kokoh. Hal ini didukung oleh peluncuran produk baru dan kinerja yang kuat di China, meskipun performa setahun penuhnya dibatasi oleh permintaan yang lebih lemah di luar Negeri Tirai Bambu.

“Meskipun 2025 adalah tahun yang positif bagi ponsel pintar, industri ini sekarang menghadapi prospek yang sangat berbeda. Kekurangan memori, yang secara luas dianggap sebagai gangguan rantai pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya, akan menyebabkan pasar menurun pada 2026,” kata Wakil Presiden Grup untuk Perangkat Klien Global IDC, Ryan Reith.

“Ini adalah saat di mana ukuran dan skala original equipment manufacturer bakal sangat penting, karena pemain yang lebih besar akan lebih mampu mengamankan pasokan yang menguntungkan,” kata dia.

(far/naw)

No more pages