Logo Bloomberg Technoz

Iran Tutup Sementara Ruang Udara di Tengah Ketegangan dengan AS

News
15 January 2026 08:10

Iran Memanas, 544 Orang Tewas, 10 Ribu Lainnya Ditahan dalam Protes (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Iran Memanas, 544 Orang Tewas, 10 Ribu Lainnya Ditahan dalam Protes (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Allyson Versprille dan Siddharth Philip - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Iran menutup sementara ruang udara di sekitar ibu kota Teheran bagi seluruh penerbangan. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan gelombang protes yang meluas di seantero negeri.

Pemberitahuan resmi yang dikenal sebagai Notice to Air Missions (NOTAM) diberlakukan selama sekitar dua jam atau hingga pukul 04.00 pagi waktu setempat pada Kamis (15/1). Larangan ini hanya memberikan pengecualian bagi penerbangan internasional yang mendarat maupun lepas landas dari ibu kota dengan izin khusus dari otoritas penerbangan sipil Iran.


Penutupan ruang udara ini terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan tegas menyusul tindakan keras dan kekerasan oleh pemerintah Iran terhadap para pengunjuk rasa.

Melansir laporan Bloomberg News pada Rabu (14/1), Amerika Serikat juga dikabarkan telah merelokasi sejumlah personel militer di Qatar dan pangkalan-pangkalan AS lainnya di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan atas ancaman Iran yang mengincar lokasi-lokasi strategis milik Amerika.