Logo Bloomberg Technoz

Pertama di 2026, Rupiah Akhirnya Finis di Jalur Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 January 2026 15:25

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Setelah penantian lebih dari sepekan, nilai tukar rupiah dalam perdagangan spot Rabu sore ini (14/1/2026) ditutup menguat terbatas sebanyak 0,03% di posisi Rp16.860/US$. Ini menjadi penguatan rupiah perdana pada 2026.

Tadi pagi, rupiah sempat menguat 0,13% dan berada di Rp16.843/US$, tetapi kemudian tergelincir lagi setelah beberapa menit pembukaan perdagangan. 

Penguatan rupiah sejalan dengan hijaunya mayoritas nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sore ini, indeks dolar AS tergelincir 0,02% ke 99.116. 


Baht Thailand menguat paling besar 0,19%, disusul ringgit Malaysia 0,17%, dolar Taiwan 0,11%, dolar Singapura 0,09%, won Korea Selatan 0,07%, dolar Hong kong 0,06%, offshore renminbi China 0,04%, rupiah 0,03% dan rupee India 0,01%. 

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Rabu sore (14/1/2026). (Sumber: Bloomberg).

Di tengah kondisi domestik yang membebani, rupiah dan beberapa mata uang Asia bergerak di zona hijau. Pasar agaknya merespons rilis terbaru data inflasi AS yang tercatat naik namun lebih rendah dari prediksi para ekonom. Indeks Harga Konsumen inti AS tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.