Logo Bloomberg Technoz

Konflik AS-Venezuela Mengintai, Rupiah Berisiko Loyo Rp16.898/US$

Pramesti Regita Cindy
14 January 2026 10:57

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela diprediksi akan memberi tekanan tambahan bagi perekonomian Indonesia pada 2026, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan laporan terbaru BRI: Economic Outlook 2026, konflik tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak mentah dunia dan memperkuat dolar AS, yang pada akhirnya berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Meskipun dampak realitas ekonomi Venezuela terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia tergolong kecil (hanya 0,1%), tapi transmisi lewat jalur keuangan dan sentimen pasar tetap akan terasa di dalam negeri. 


"Dampaknya ke perekonomian domestik relatif terbatas, namun berpotensi memoderasi pertumbuhan ekonomi serta sedikit menahan laju pertumbuhan kredit dan DPK (dana pihak ketiga) terbatas," tulis BRI dalam outlook-nya, dikutip Rabu (14/1/2026). 

Detailnya, BRI memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dari posisi Rp16.731 menjadi Rp16.898/US$. Tekanan pada nilai tukar ini sejalan dengan perkiraan kenaikan inflasi domestik, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) diproyeksikan meningkat ke level 2,85% akibat naiknya biaya energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.