Dengan begitu, para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada pertemuan akhir bulan nanti.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. Begitu juga dengan Bank of India yang juga melakukan penjualan dolar AS untuk stabilitasi nilai tukar mata uang rupee.
"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sejalan dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat," kata Direktur Eksekutif BI, Erwin Hutapea.
Langkah BI ini dilakukan menyusul pelemahan rupiah selama lebih dari delapan hari beruntun dan pasar mulai keluar dari instrumen investasi domestik. Sore ini, imbal hasil (yield) di pasar surat utang mengalami kenaikan di hampir semua tenor. Seperti surat utang bertenor 10Y naik 20 basis poin (bps) menjadi 6,2%, dan tenor 6Y naik 25 bps naik menjadi 5,9%.
(riset/aji)



























