Sejumlah saham juga menjadi pendorong IHSG pada perdagangan Sesi I. Saham–saham infrastruktur, saham Konsumen non primer, dan saham perindustrian mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,64%, 2,37%, dan 2,08%.
Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps, terutama saham–saham Prajogo Pangestu.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (14/1/2026).
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 15,78 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 11,98 poin
- Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 8,89 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 7,92 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 5,99 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 4,16 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 3,96 poin
- XLSmart (EXCL) menyumbang 3,57 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 2,98 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 1,72 poin
Adapun saham infrastruktur juga jadi penopang penguatan IHSG, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang menguat 19,1%, dan saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) yang mencetak kenaikan 6,61%.
Disusul oleh penguatan saham–saham Konsumen non primer, saham PT Indospring Tbk (INDS) melejit 25%, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga menguat dengan kenaikan 25%, dan saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) melesat 24,8%.
Melansir riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat pada sesi pertama perdagangan Rabu ke level 9.028, sekaligus mencatatkan All Time High secara intraday setelah menembus resistance psikologis pada level 9,000.
Dari sisi teknikal, momentum penguatan masih terjaga, sejalan dengan histogram MACD yang terus bergerak menguat di area positif.
“Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai mengingat indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought,” sebut riset Phintraco.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Phintraco memprediksi IHSG akan bergerak dalam kisaran 9.000 – 9.050 pada sesi kedua perdagangan hari ini.
Panin Sekuritas memaparkan, pada Sesi I, IHSG ditutup menguat 0,89% di level 9.028, atau berbanding terbalik dengan Bursa AS yang ditutup melemah.
Investor masih akan mencermati tensi politik di Amerika Serikat, setelah Presiden AS, Donald Trump, akan menjabat sebagai Presiden sementara untuk Venezuela, menggantikan Nicolas Maduro yang ditangkap di minggu lalu.
Investor juga masih akan mencermati hearing yang akan dilakukan oleh Mahkamah Agung AS, terkait dengan potensi pemecatan salah satu Gubernur The Fed, Lisa Cook, dengan indikasi potensi fraud, terkait dengan properti yang dibeli di bawah program subsidi oleh The Fed.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG terutama ditopang oleh kinerja saham–saham komoditas, utamanya pada emas yang mencapai harga All Time High nya kembali seiring dengan memanasnya kondisi global.
“Emas menyentuh titik All Time High–nya kembali sebab kondisi geo-politik yang tidak stabil, seperti AS dengan Venezuela ataupun AS dengan Iran,” terang Panin Sekuritas dalam riset terbarunya.
(fad)


























