Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Rp16.865/US$, Terlemah dalam 8 Bulan

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 January 2026 15:23

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini, terdepresiasi 0,19% ke Rp16.865/US$. Dalam perdagangan tadi siang, bahkan rupiah sempat berada di rekor terlemah sepanjang masa di Rp16.878/US$. 

Pelemahan ini menambah panjang daftar tekanan yang dialami rupiah sejak awal tahun, menunjukkan kombinasi sentimen global yang memburuk serta kondisi perekonomian domestik yang belum kondusif. 

Dari sisi global, penguatan dolar AS menjadi katalis utama. Indeks dolar AS (DXY) bergerak menguat seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah eskalasi ketegangan geopolitik. Indeks dolar menguat 0,12% dan berada di posisi 98.978. 


Indeks dolar menguat menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam penerapan tarif 25% terhadap negara-negara yang bermitra dagang dengan Iran. Ancaman ini memicu kekhawatiran baru akan fragmentasi perdagangan global.

Pasar merespons dengan mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.