Logo Bloomberg Technoz

Saham-saham yang Untung & Buntung Saat Rupiah Sentuh Rp16.875/US$

Muhammad Julian Fadli
13 January 2026 13:37

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh Rp16.875/US$ pada perdagangan siang hari ini. Sepanjang perdagangan 2026, mata uang Nusantara belum pernah terapresiasi.

Pelemahan nilai tukar rupiah bersumber dari luar dan dalam negeri. Di sisi eksternal, penguatan Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) hingga menyentuh 99,165 menjadi sentimen negatif bagi rupiah dan mata uang negara-negara berkembang lainnya.

Rupiah Terlemah Sepanjang Masa (Bloomberg)

Hal itu membuat bank sentral AS Federal Reserve/The Fed menganggap suku bunga acuan saat ini sudah memadai. Suku bunga yang sepertinya tidak turun terlalu agresif membuat pelaku pasar kembali melirik aset di Negeri Adikuasa.


Penurunan suku bunga tambahan pada 2026 mungkin akan tertahan karena ekonomi yang masih solid.

Sedangkan dari sisi domestik, ada kemungkinan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menembus batas legal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini memicu kecemasan terhadap kebutuhan pembiayaan anggaran di tengah kondisi likuiditas global yang mengetat.