Di pasar Asia, hampir semua mata uang terkontraksi ke zona merah. Melansir data Bloomberg, baht Thailand memimpin pelemahan dengan depresiasi 0,63%, disusul yen Jepang 0,49%, won Korea Selatan 0,40%, rupiah Indonesia 0,19%, peso Filipina 0,14%, rupee India 0,13%, dolar Singapura 0,10%, dolar Taiwan 0,04%, offshore renminbi China 0,08%, dan dolar Hong Kong 0,04%.
Tekanan ini menegaskan rupiah masih berada dalam posisi defensif. Selama ketidakpastian global belum reda dan fundamental domestik belum menunjukkan perbaikan yang meyakinkan, rupiah berpotensi terus bergerak volatil dengan kecenderungan melemah.
(riset/aji)
No more pages




























