Logo Bloomberg Technoz

Kilang Balikpapan Beroperasi, RI Hemat Devisa Rp60 Triliun/Tahun

Redaksi
13 January 2026 08:31

Presiden Prabowo di peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Presiden Prabowo di peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kabar baik datang dari sektor energi nasional. Proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modernisasi kilang di Balikpapan resmi beroperasi. Tak main-main, proyek dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun ini digadang-gadang menjadi kunci bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor BBM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rasa bangganya terhadap proyek strategis ini. Menurutnya, kilang Balikpapan bukan sekadar tumpukan besi dan pipa, melainkan mesin penyelamat devisa negara.

"Jadi dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp 60 triliun lebih per tahunnya," ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1/2025).


Menurut data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini dapat menurunkan impor energi sebesar Rp68 triliun per tahun. Angka itu terdiri dari penurunan impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, impor solar sebesar Rp14,9 triliun, impor avtur senilai Rp5,4 triliun, dan LPG sebesar Rp2,9 triliun.

Penurunan ini, lanjut Bahlil, bisa terjadi berkat peningkatan kapasitas produksi Kilang Balikpapan yang signifikan pascamodernisasi. 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meresmikan RDMP Balikpapan. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)