Logo Bloomberg Technoz

Harga rata-rata beras medium di zona 1 dibanderol Rp13.290/kg, zona 2 senilai Rp13.848/kg, dan zona 3 senilai Rp15.357/kg.

Adapun, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog turun dari HET nasional Rp12.500/kg menjadi Rp12.404/kg di tingkat konsumen. 

Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET. Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.171/kg, zona 2 senilai Rp12.653/kg, dan zona 3 senilai Rp13.180/kg. 

Harga beras yang masih mahal di sejumlah wilayah masih terjadi saat pemerintah resmi mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada 2025. 

Presiden Prabowo menyatakan swasembada beras tercapai jauh lebih cepat dari target awal. Mulanya, Kepala Negara ke-8 RI itu menargetkan swasembada dapat tercapai dalam kurun waktu empat tahun. 

“Kalau waktu saya dilantik jadi presiden, memang saya beri target empat tahun swasembada beras, swasembada pangan. Terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia, saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak,” kata Prabowo dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). 

Prabowo menyebut dalam kurun satu tahun Indonesia berhasil mewujudkan swasembada dan tidak lagi bergantung pada impor pangan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan dengan kekuatan sendiri.

Harga Pangan Lainnya

Selain beras, harga Minyakita masih tetap berada di atas HET yakni Rp17.381/liter atau naik 10,71% dari HET sebesar Rp15.700/liter. Sementara harga rata-rata minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah masing-masing dijual Rp20.703/liter dan Rp17.182/liter secara nasional. 

Harga rata-rata bawang putih bonggol seharga Rp38.098/kg secara nasional, atau masih berada di rentang  harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp38.000–Rp40.000/kg. Akan tetapi, harga bawang putih di Indonesia Timur & 3TP mencapai Rp53.750/kg pada hari ini. 

Sementara itu, bawang merah di tingkat konsumen dibanderol Rp42.362/kg atau masih berada dari rentang HAP Rp36.500–Rp41.500/kg. 

Harga rata-rata cabai merah keriting di level Rp37.931/kg dari rentang HAP Rp37.000–Rp55.000/kg. Sementara harga rata-rata cabai merah besar secara nasional dibanderol Rp33.621/kg di tingkat konsumen. 

Adapun, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen dibanderol Rp49.726/kg, atau turun 12,76%% dari HAP nasional Rp40.000–Rp57.000/kg. 

Beranjak ke pangan lainnya, harga nasional daging ayam ras dibanderol Rp38.528/kg secara rata-rata nasional. Sementara harga rata-rata telur ayam ras dijual Rp30.801/kg di tingkat konsumen, atau naik tipis dari batas HAP nasional di level Rp30.000/kg.

Selanjutnya, harga rata-rata ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng masing-masing dibanderol Rp44.260/kg, Rp35.814/kg, dan Rp35.853/kg secara nasional. 

Panel Harga juga menunjukkan harga rata-rata daging sapi murni mencapai Rp136.153/kg atau berada di bawah HAP nasional Rp140.000/kg.

Sementara harga rata-rata daging kerbau segar lokal dan daging kerbau beku impor masing-masing dibanderol Rp138.889/kg dan Rp106.698/kg.

Harga rata-rata kedelai biji kering impor di tingkat konsumen dibanderol Rp10.742/kg atau turun 10,48% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara harga rata-rata jagung pakan tingkat peternak adalah Rp6.802/kg atau naik 17,28% dari HPP sebesar Rp5.800/kg. 

Lalu, harga rata-rata tepung terigu kemasan dan tepung terigu curah masing-masing adalah Rp12.958/kg dan Rp9.464/kg. Serta, harga rata-rata gula konsumsi dan garam konsumsi masing-masing adalah Rp17.977/kg dan Rp11.252/kg.

(ain)

No more pages