Logo Bloomberg Technoz

CEO Exxon Mobil Corp, Darren Woods mengatakan bahwa Venezuela saat ini "tidak layak untuk diinvestasikan."

"Ada sejumlah kerangka hukum dan komersial yang harus ditetapkan untuk memahami jenis imbal hasil investasi yang akan kami dapatkan," kata Woods, menambahkan bahwa aset perusahaannya disita oleh pemerintah di Caracas dua kali sebelumnya.

"Seberapa kuat perlindungan dari segi keuangan? Seperti apa pengembaliannya? Apa saja perjanjian komersial, kerangka hukumnya?" tanya Woods. "Semua hal itu harus dipersiapkan agar dapat mengambil keputusan dan memahami imbal hasil investasi Anda selama beberapa dekade mendatang."

Bahkan Harold Hamm dari Continental Resources Inc, donatur lama Trump, menghindari pertanyaan tentang rencana pribadinya untuk berinvestasi dalam operasi di Venezuela. Meski begitu, ia mengatakan prospek tersebut "membuat saya bersemangat sebagai seorang penjelajah."

"Ada investasi besar yang perlu dilakukan—kita semua setuju tentang itu, dan tentu saja kita butuh waktu untuk mewujudkannya," beber Hamm.

Trump, yang berusaha menggalang dukungan, mengatakan AS akan memberikan jaminan keamanan kepada perusahaan yang masuk ke Venezuela, tanpa menjelaskan bagaimana hal itu akan berjalan. Ia juga memprediksi perusahaan-perusahaan akan segera mendapat imbal hasil investasi mereka melalui instrumen baru atau yang diperbarui.

"Kita berurusan dengan negara tersebut, jadi kita berwenang untuk membuat kesepakatan itu. Dan kalian mendapat keamanan penuh, jaminan total," kata Trump. "Kalian berurusan langsung dengan kami, bukan dengan Venezuela atau kami tidak ingin kalian berurusan dengan Venezuela."

Namun pada saat yang sama, Trump mengatakan AS tidak akan mempertimbangkan kerugian sebelumnya yang dialami perusahaan-perusahaan yang harus menghentikan operasi mereka di Venezuela.

Pada satu titik, Trump bertanya kepada Ryan Lance: berapa banyak kerugian yang dialami perusahaan di Venezuela, yang kemudian dijawab CEO ConocoPhillips tersebut bahwa perusahaannya mengalami kerugian sebesar US$12 miliar.

"Kerugian yang bagus," canda Trump.

"Itu sudah dihapus," jawab Lance.

Saham Perusahaan Energi yang Bertemu Trump Sebagian Besar Naik Tahun Ini. (Bloomberg)

Perusahaan lain menyatakan optimisme terhadap peluang yang ada. CEO Repsol SA, Josu Jon Imaz San Miguel mengatakan kepada Trump bahwa perusahaannya "siap berinvestasi lebih banyak di Venezuela hari ini" setelah adanya "kerangka kerja komersial dan hukum yang memungkinkan hal ini."

"Kami siap pergi ke Venezuela," ujar Bill Armstrong, CEO Armstrong Oil & Gas. "Dalam hal properti, ini adalah properti utama. Dan ini seperti West Palm 50 tahun yang lalu: sangat matang."

Namun, nada keseluruhan menggarisbawahi jalan terjal yang dihadapi pemerintahan Trump dalam membujuk produsen minyak utama kembali ke Venezuela. Intervensi militer AS di sana mengejutkan banyak orang Amerika, termasuk beberapa pendukung Trump sendiri, yang menyebutnya upaya terang-terangan untuk merebut sumber daya alam negara lain.

Presiden membingkainya sebagai kesempatan untuk menggulingkan pemimpin Maduro yang dianggap ancaman keamanan nasional dan memanfaatkan cadangan minyak Venezuela yang besar sebagai sumber kekuatan dan pendapatan kawasan ini.

"Jika kita tidak melakukan ini, China atau Rusia pasti sudah melakukannya," kata Trump.

Trump berharap perusahaan-perusahaan minyak Barat, termasuk perusahaan yang bergabung dengannya pada Jumat, merevitalisasi infrastruktur minyak Venezuela yang rusak parah. Ia mengatakan negosiasi mengenai "batas-batas kesepakatan" akan dilanjutkan secara tertutup.

"Kita harus membuat mereka berinvestasi dan kemudian kita harus mengembalikan uang mereka secepat mungkin," ucap Trump.

Venezuela Memompa Minyak Jauh Lebih Sedikit daripada Sebelumnya. (Bloomberg)

Desakan Trump kepada industri minyak sejalan dengan upaya lebih lanjut untuk mengatasi masalah biaya hidup yang membebani upaya Partai Republik untuk mempertahankan kendali Kongres dalam Pemilu sela November mendatang.

Presiden sering menggembar-gemborkan penurunan harga minyak dan bensin, yang pada Jumat rata-rata US$2,81 per galon tanpa timbal, menurut American Automobile Association, sebagai obat penawar bagi konsumen AS. Ini pedang bermata dua. Harga rendah dipandang dengan waspada oleh industri minyak, yang diandalkan Trump untuk terus memproduksi minyak mentah.

Beberapa operator minyak AS, terutama produsen independen, khawatir harga saat ini membebani ekonomi pengeboran domestik. Mereka juga khawatir akan prospek masuknya minyak mentah Venezuela yang akan semakin menekan harga, membuat lebih banyak sumur terlalu mahal untuk diproduksi. 

"Saya harap kalian akan membangun semua hal baru, membongkar barang lama yang sudah ada selama bertahun-tahun, dan melakukannya dengan cara yang benar," kata Trump kepada para eksekutif.

Meski sebelumnya pernah menjanjikan subsidi AS untuk pengolahan minyak di luar negeri, Trump pada Jumat mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan "akan menghabiskan setidaknya US$100 miliar uang mereka sendiri, bukan uang pemerintah."

Pasar bereaksi terhadap rencana pemerintah untuk mulai menjual lebih dari 50 juta barel minyak mentah Venezuela, termasuk pasokan yang menumpuk di penyimpanan di tengah blokade laut AS.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate, harga acuan AS, di kisaran US$59 pada Jumat.

Geografi Minyak Venezuela. (Bloomberg)

Pertemuan tersebut menciptakan dinamika canggung bagi perusahaan minyak yang bertentangan dengan prediksi Trump tentang produksi minyak Venezuela yang melimpah di bawah kendali AS.

Beberapa perwakilan industri menjelang pertemuan tersebut khawatir bahwa kehadiran mereka berisiko membuat mereka dianggap sebagai peserta sukarela dalam perebutan minyak mentah Venezuela yang oportunistik dan kejam, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Hal ini terutama karena masih ada keraguan yang tinggi untuk segera berinvestasi di negara tersebut. Pada saat yang sama, para eksekutif perlu berhati-hati dengan presiden, yang mendesak mereka untuk segera menjanjikan investasi baru.

Yang menambah ketegangan adalah dukungan politik yang kuat yang diterima Trump dari industri minyak, termasuk perwakilan yang hadir pada Jumat. Pendiri Hilcorp Energy Co, Jeff Hildebrand juga merupakan donatur utama operasi politik Trump, selain Hamm.

Pekan ini, eksekutif menekankan kepada pejabat pemerintah bahwa pemulihan produksi minyak Venezuela membutuhkan jaminan keamanan fisik dan kepastian kontrak, mengingat kekhawatiran akan stabilitas Venezuela di bawah pemimpin sementara Delcy Rodriguez.

Meski Chevron masih beroperasi di Venezuela dengan lisensi khusus AS, Exxon Mobil dan ConocoPhillips meninggalkan negara itu setelah pendahulu Maduro, Hugo Chávez, menasionalisasi aset mereka.

Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, tetapi produksinya menyusut menjadi kurang dari 1 juta barel per hari akibat kerusakan selama puluhan tahun dan eksodus perusahaan asing. 

Membersihkan kerusakan lingkungan dan membangun kembali anjungan minyak yang terbengkalai, pipa bocor, dan peralatan yang rusak akibat kebakaran akan memakan waktu bertahun-tahun—dan puluhan miliar dolar—hanya untuk meningkatkan produksi secara moderat, apalagi mendekati puncak produksi Venezuela pada 1970-an sebesar hampir 4 juta barel per hari.

(bbn)

No more pages