Logo Bloomberg Technoz

Trump Siap Naikkan Tarif 15%, Janji Hormati Kesepakatan Dagang

News
26 February 2026 04:40

Donald Trump. Bloomberg
Donald Trump. Bloomberg

Hadriana Lowenkron, Jonathan Ferro, Annmarie Hordern dan Lisa Abramowicz - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan menandatangani arahan dalam beberapa hari ke depan untuk menaikkan tarif global menjadi 15% pada sektor-sektor yang dianggap "tepat". Meski demikian, pemerintah AS berkomitmen untuk tetap menjaga "keberlanjutan" dengan negara-negara yang telah memiliki perjanjian dagang.

Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) Jamieson Greer menjelaskan langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan tarif 10% yang sudah berlaku saat ini. "Seperti yang telah kita bicarakan, tarif 10% sudah diterapkan. Nanti akan ada proklamasi yang menaikkannya menjadi 15% di mana pun itu dianggap sesuai," ujar Greer dalam program Surveillance di Bloomberg Television, Rabu (25/2).


Pernyataan Greer ini bertujuan untuk mengklarifikasi rencana pemerintahan Trump setelah keputusan Mahkamah Agung membatalkan kebijakan "bea timbal balik". Pembatalan tersebut sempat memicu kebingungan di kalangan mitra dagang AS. Saat tarif global 10% mulai berlaku pada Selasa lalu, pemerintah belum memberikan rincian jelas bagaimana mereka akan menjalankan ancaman kenaikan tarif tanpa melanggar perjanjian dengan mitra dagang utama.

Saat ditanya apakah kenaikan tarif ini akan melanggar perjanjian AS dengan Uni Eropa (UE), Greer menyatakan akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana kebijakan tersebut "dapat menyesuaikan dengan negara lain." Ia berulang kali memberi sinyal bahwa perubahan ini tidak akan menghasilkan beban tarif kumulatif yang lebih besar bagi negara-negara yang sudah memiliki perjanjian dagang.