Biaya Bagi Hasil Bank Syariah Dinilai Mahal, Ini Kata Ma'ruf Amin
Pramesti Regita Cindy
25 February 2026 05:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Ma'ruf Amin, menilai pandangan bahwa biaya bagi hasil perbankan syariah lebih mahal dibanding bank konvensional harus dilihat dari berbagai sudut pandang yang komperhensif, utamanya dari mekanisme bisnis yang digunakan.
Hal ini sekaligus menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut biaya perbankan syariah lebih mahal dari perbankan konvensional.
Menurut Ma'ruf, dalam sistem syariah, pembagian keuntungan didasarkan pada prinsip bagi hasil. Ketika keuntungan besar, maka porsi yang diterima bank juga besar. Namun di sisi lain, risiko yang ditanggung juga lebih tinggi dibandingkan sistem bunga tetap di perbankan konvensional.
"Saya kira kita lihatnya dari sisi mana gitu kan. Karena kan kalau berbagi hasil itu memang kalau keuntungannya besar tentu yang diterima oleh bank besar kalau berbagi hasil, tapi kan risikonya juga besar," kata Ma'ruf saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Meski demikian, Ma’ruf mengakui bahwa terdapat aspek biaya yang dirasa lebih mahal, di mana hal tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor operasional, termasuk skala usaha yang masih relatif kecil. Terlebih volume bisnis yang terbatas membuat struktur biaya menjadi lebih tinggi.































