Mandiri Sekuritas Akui Krisis IPO Jumbo Tengah Terjadi
Artha Adventy
26 February 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyebut, penawaran umum perdana saham (IPO) dengan nilai jumbo cenderung lebih sulit terealisasi di tengah dinamika pasar saat ini.
“Memang ada beberapa sort of threshold, kalau misalkan besar, super besar banget, memang agak susah,” ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi di tengah reformasi pasar modal menyusul pengumuman dari MSCI dan Moody's. Reformasi itu diikuti sejumlah kebijakan baru otoritas dan bursa, termasuk kenaikan ketentuan free float menjadi 15%.
Meski demikian, Oki memastikan tidak ada calon emiten yang menunda atau membatalkan rencana IPO. Bahkan, jumlah pipeline IPO Mandiri Sekuritas tahun ini disebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Di pipeline, jujur, saat ini lebih dari enam,” imbuhnya.
Oki menambahkan, Mandiri Sekuritas optimistis terhadap prospek IPO tahun ini. Menurutnya, peningkatan porsi saham beredar dengan fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik justru akan menarik minat investor institusi, baik domestik maupun asing. Untuk IPO dengan nilai kisaran Rp1 triliun hingga Rp3 triliun, ia menilai pasar masih sangat menyerap, sementara IPO berukuran terlalu kecil dinilai kurang diminati investor institusi domestik.


























