Emas Naik ke US$5.188, Disulut Risiko Tarif & Tensi Timur Tengah
News
26 February 2026 05:45

Yihui Xie—Bloomberg News
Bloomberg, Harga emas naik, diikuti dengan perak, seiring para pedagang mempertimbangkan ketidakpastian seputar kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan ketegangan di Timur Tengah.
Harga emas batangan di pasar ‘lompat’ hingga 1,4% pada Rabu waktu setempat, mengembalikan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS telah mendukung harga logam ini dalam beberapa sesi terakhir, serta ketegangan terkait peningkatan militer AS menjelang putaran negosiasi nuklir berikutnya dengan Iran pekan ini. Perak dihargai di atas US$90 per ons.
Emas kembali menemukan pijakan di atas US$5.000 per ons, setelah memulihkan lebih dari setengah kerugian yang diderita selama penurunan dua hari pada awal bulan Februari. “Sepertinya lonjakan ke atas sedang terbentuk,” kata Yuxuan Tang, Kepala Strategi Makro Asia di JP Morgan Private Bank. Ketidakpastian tarif dan risiko Iran termasuk di antara faktor-faktor yang “mungkin cukup untuk memicu pergeseran yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Di AS, tarif impor sebesar 10% yang diberlakukan secara luas oleh Presiden Donald Trump mulai berjalan hari Selasa, pasca putusan Mahkamah Agung membatalkan sistem tarif timbal balik sebelumnya. Meskipun Trump mengancam akan menaikkan tarif menjadi 15%, ia belum secara resmi mengeluarkan instruksi tersebut.




























