Agen Imigrasi AS Tembak 2 Orang, Oregon Desak ICE Setop Operasi
News
09 January 2026 15:10

Anna Edgerton - Bloomberg News
Bloomberg, Pejabat berwenang di Oregon meminta masyarakat tetap tenang dan mendesak otoritas Imigrasi dan Penguatan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) menghentikan operasinya setelah seorang agen federal menembak dan melukai dua orang di wilayah tenggara Portland pada Kamis (8/1).
“Portland bukanlah tempat pelatihan bagi agen-agen yang termiliterisasi,” ujar Wali Kota Portland Keith Wilson dalam konferensi pers pada Kamis malam. “Komunitas kami berhak mendapatkan penjelasan, komunitas kami berhak atas akuntabilitas, dan yang terpenting, komunitas kami berhak atas kedamaian.”
Insiden penembakan di Portland terjadi sehari setelah seorang petugas ICE menembak mati seorang perempuan di Minneapolis, yang memicu gelombang protes kemarahan di berbagai kota di Amerika Serikat terhadap pengetatan penegakan imigrasi di bawah Presiden Donald Trump.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan seorang agen Patroli Perbatasan di Portland “melepaskan tembakan defensif” ke arah sebuah kendaraan setelah pengemudinya “menjadikan kendaraan sebagai senjata” dan berusaha melarikan diri. Menurut pernyataan departemen yang diunggah di X, dua orang di dalam mobil tersebut merupakan migran Venezuela tanpa dokumen, dan penumpangnya disebut pernah terlibat dalam penembakan sebelumnya.






























