Petugas Imigrasi AS Tembak Mati Warga Sipil, Protes Meluas
News
08 January 2026 12:10

Myles Miller dan Alicia A. Caldwell - Bloomberg News
Bloomberg, Seorang petugas Imigrasi dan Penguatan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) menembak mati seorang perempuan dalam sebuah konfrontasi di Minneapolis, Amerika Serikat. Insiden ini memicu kemarahan publik atas kehadiran agen ICE di kota tersebut sekaligus memperuncing perpecahan politik terkait kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Penembakan yang terjadi pada Rabu (7/1) ini terekam dalam video yang tersebar luas di media sosial. Pejabat federal berdalih insiden terjadi selama "operasi terarah" dalam rangkaian penguatan aturan imigrasi. Trump dan sekutunya menyebut aksi tersebut sebagai pembelaan diri, namun Walikota Minneapolis menyebut narasi itu sebagai "omong kosong."
Insiden mematikan ini memicu perdebatan nasional mengenai kebijakan Trump yang mengerahkan agen federal bersenjata lengkap ke berbagai kota di Amerika Serikat dalam rangka mendorong deportasi massal. Operasi semacam ini telah meningkat sejak tahun lalu, dari Chicago hingga Los Angeles. Dalam hitungan jam, penembakan di Minneapolis memicu aksi protes hingga ke New York City, di mana demonstrasi malam hari yang didukung New York Immigration Coalition direncanakan berlangsung di Foley Square.
Agen federal mulai berdatangan ke wilayah Minneapolis–St. Paul sejak awal Desember dalam operasi yang oleh ICE disebut “Operation Metro Surge.” Pemerintahan Trump menyatakan pekan ini bahwa operasi tersebut akan melibatkan hingga 2.000 agen federal dan sejauh ini telah menghasilkan setidaknya 1.500 penangkapan.





























