Gempur Iran, Menhan AS Sebut Teheran Harus Menanggung Akibatnya
Redaksi
12 July 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan pada hari Sabtu (11/5) bahwa "Iran telah membuat keputusan yang buruk." Pernyataan ini dilontarkan setelah Komando Sentral AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan ketiga terhadap target-target di Iran, menyusul apa yang disebut militer sebagai serangan terhadap sebuah kapal komersial di Selat Hormuz.
"Iran telah membuat keputusan yang buruk. Sekarang mereka harus menanggung akibatnya," tulis Hegseth melalui akun resminya di platform X sembari mengunggah ulang pengumuman CENTCOM mengenai operasi militer tersebut.
Sebelumnya pada hari Sabtu, CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan rangkaian serangan udara tersebut setelah menuduh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal motor komersial M/V GFS Galaxy yang berbendera Siprus. Insiden itu menyebabkan seorang kru sipil dilaporkan hilang dan kapal tersebut tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat kebakaran di atas kapal serta kerusakan parah pada ruang mesin.
Pihak militer menegaskan bahwa operasi pengeboman ini diperintahkan langsung oleh Donald Trump. Langkah ini bertujuan untuk semakin memperlemah kemampuan Iran dalam menargetkan para pelaut sipil dan jalur pelayaran komersial yang tengah melintasi kawasan perairan strategis tersebut.
Gelombang serangan terbaru ini terjadi di tengah tensi yang terus meroket di sekitar Selat Hormuz, menyusul maraknya kembali serangan terhadap kapal-kapal komersial serta perselisihan yang terus berlanjut antara Washington dan Teheran terkait jaminan kebebasan navigasi di jalur pelayaran global yang sangat krusial tersebut.
























