Kepala Kepolisian Portland Bob Day mengatakan kepada wartawan bahwa dua orang kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun kondisi mereka belum diketahui. “Kami tidak tahu siapa individu-individu ini,” katanya. Ia menambahkan tidak dapat mengomentari pernyataan DHS. Day juga menyebutkan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengambil alih penanganan kasus tersebut.
“Kami memahami emosi dan ketegangan yang meningkat yang dirasakan banyak orang setelah penembakan di Minneapolis, namun saya meminta masyarakat untuk tetap tenang sementara kami berupaya menggali informasi lebih lanjut,” kata Day dalam pernyataan sebelumnya.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Kamis malam.
Wilson menuntut dilakukannya penyelidikan penuh dan independen atas penembakan tersebut. “Kita tahu apa yang dikatakan pemerintah federal tentang kejadian di sini. Dulu ada masanya kita bisa memegang kata-kata mereka. Masa itu sudah lama berlalu,” ujar Wilson.
Jaksa Agung Oregon Dan Rayfield mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “kami telah secara jelas menyampaikan keprihatinan kami terhadap penggunaan kekuatan berlebihan oleh agen federal di Portland, dan insiden hari ini semakin menegaskan perlunya transparansi dan akuntabilitas.”
Portland memiliki sejarah panjang aktivisme, dengan aksi-aksi protes yang kerap berlangsung ricuh dan sering dikritik oleh Trump serta kalangan konservatif lainnya. Unjuk rasa menentang penangkapan dan penahanan oleh ICE telah menjadi pemandangan rutin di kota tersebut, termasuk pada Rabu malam setelah penembakan di Minneapolis. Kepolisian Portland menyebutkan demonstrasi tersebut sebagian besar berlangsung damai, meski satu orang ditangkap karena perilaku mengancam.
(bbn)





























