Logo Bloomberg Technoz

Senator Republik moderat Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Todd Young bergabung dengan Rand Paul dan Josh Hawley — yang dikenal sebagai tokoh Republik berhaluan lebih isolasionis — dalam menentang Trump dalam pemungutan suara tersebut.

Meski demikian, Senat masih harus meloloskan resolusi itu sebelum mengirimkannya ke DPR, yang dinilai kecil kemungkinannya untuk menyetujui langkah tersebut. Pemungutan suara final di Senat baru akan digelar pekan depan, menurut seorang staf pimpinan Partai Republik.

Para senator Demokrat juga mengancam akan memblokir pendanaan untuk serangan lanjutan. Namun, upaya legislasi tersebut dinilai hampir mustahil untuk melampaui veto presiden dan menjadi undang-undang.

Sebagian besar senator Republik tetap berada di belakang Trump setelah serangan tersebut, termasuk para tokoh garis keras yang sebelumnya kerap berselisih dengan Trump, seperti Mitch McConnell. Namun, sebagian lainnya khawatir AS bisa terjebak dalam konflik berkepanjangan.

“Presiden Trump berkampanye dengan janji mengakhiri perang tanpa akhir,” kata Young dalam pernyataan setelah pemungutan suara. “Kampanye militer berkepanjangan di Venezuela yang melibatkan tentara Amerika, meskipun tidak disengaja, justru bertolak belakang dengan tujuan Presiden Trump untuk mengakhiri keterikatan asing.”

Collins, yang menghadapi pertarungan berat dalam pemilihan ulang di Maine pada November mendatang, juga menyoroti risiko keterlibatan berkepanjangan pasukan AS di Venezuela sebagai alasan dukungannya terhadap resolusi tersebut.

“Saya percaya penggunaan Undang-Undang Kewenangan Perang pada saat ini diperlukan, mengingat komentar Presiden mengenai kemungkinan pengerahan ‘pasukan di darat’ dan keterlibatan berkelanjutan untuk ‘menjalankan’ Venezuela, yang tidak saya setujui,” ujar Collins dalam pernyataan yang dirilis sesaat sebelum pemungutan suara.

Anggota Senat berhaluan lebih isolasionis seperti Paul sejak lama mengkritik presiden-presiden AS yang melakukan aksi militer tanpa melibatkan Kongres dan mengabaikan kewenangan konstitusionalnya untuk menyatakan perang.

Trump pada Kamis (8/1) menegaskan akan memveto resolusi tersebut apabila lolos dari Kongres.

(bbn)

No more pages