Logo Bloomberg Technoz

Rotasi Bursa Saham AS Berlanjut, Sektor Non-Teknologi Menguat

News
09 January 2026 05:21

Bursa saham AS atau Wall Street. (Bloomberg)
Bursa saham AS atau Wall Street. (Bloomberg)

Alexandra Semenova - Bloomberg News

Bloomberg, Para investor di bursa AS atau Wall Street mulai melakukan aksi lepas saham pada emiten teknologi raksasa dan beralih ke saham-saham yang sempat tertinggal (laggards) tahun lalu pada Kamis (8/1). Fenomena ini menandai berlanjutnya rotasi intermiten yang mewarnai perdagangan saham Amerika Serikat di awal tahun 2026.

Indeks S&P 500 ditutup nyaris tak berubah di New York setelah mencetak rekor tertinggi baru awal pekan ini, sementara indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi melemah 0,5%. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average yang merepresentasikan sektor ekonomi lama melonjak 0,6%, dan saham berkapitalisasi kecil ikut reli, dengan indeks Russell 2000 naik 1,1%.


“Ini awal tahun. Banyak orang ingin menata portofolio mereka pada aset yang dinilai punya potensi kenaikan paling besar,” kata Dave Lutz, equity sales trader dan makro strateg di JonesTrading Institutional Services LLC. “Dengan valuasi saham teknologi yang sudah sangat tinggi dan adanya gelembung kecerdasan buatan secara teoretis, saham berkapitalisasi kecil menjadi pilihan, terutama dengan adanya dorongan pelonggaran kebijakan Federal Reserve.”

Faktor-faktor tersebut mulai menekan minat investor terhadap raksasa teknologi yang sebelumnya nyaris tak terbendung. Memasuki hari kedelapan bulan Januari, versi equal-weight dari indeks S&P 500—yang mencerminkan kinerja saham rata-rata—berada di jalur untuk mencatat kinerja lebih baik dibanding indeks berbobot kapitalisasi pasar selama tiga bulan berturut-turut. Jika tren ini berlanjut hingga akhir bulan, capaian tersebut akan menyamai rekor terpanjang dalam tiga tahun terakhir.

Saham berkapitalisasi kecil disukai. (Sumber: Bloomberg)