Logo Bloomberg Technoz

Impor Pikap India dan Tudingan Deindustrialisasi Terselubung

Redaksi
24 February 2026 05:20

Kopdes Merah Putih. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Kopdes Merah Putih. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana PT Agrinas mengimpor 105 ribu unit kendaraan niaga pikap dari India untuk operasional Kopdes masih bermandi kritik. Teranyar pimpinan DPR meminta rencana tersebut untuk ditunda, sembari menunggu keputusan akhir Presiden Prabowo Subianto.

Ekonom yang juga Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini menilai impor utuh (completely build up/CBU) mencerminkan masalah kepemimpinan ekonomi dan industrialisasi yang tak sinkron.

"Kebijakan impor akan melemahkan arah kebijakan industri nasional. Di tengah implementasi kebijakan industrialisasi, kebijakan jalan pintas ini berpotensi menjadi langkah deindustrialisasi yang terselubung," ujar Didik, Senin (23/2/2026).


Dia mewanti-wanti langkah ini akan menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional.
 
"Impor masif ini menekan neraca perdagangan dan sekaligus akan membuat neraca pembayaran tertekan terus negatif," tegas dia.

Didik mengingatkan bahwa Indonesia sudah mengekspor otomotif ke mancanegara dalam jumlah  besar, lebih setengah juta unit (518 ribu unit). Negara yang tengah berupaya memperkuat posisi sebagai basis produksi otomotif regional, kata dia, kini justru berisiko berubah menjadi pasar bagi produsen luar negeri.