Logo Bloomberg Technoz

Wall Street Memerah Akibat Kekhawatiran AI, Saham Nvidia Menguat

News
24 February 2026 04:20

Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg
Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg

Felice Maranz - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot tajam pada perdagangan Senin (23/2) seiring munculnya kekhawatiran baru terkait dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap sektor finansial dan perangkat lunak. Di saat yang sama, langkah Donald Trump yang memberlakukan tarif impor global baru memicu kebingungan dalam peta perdagangan dunia.

Indeks S&P 500 turun 1,2% pada pukul 14.29 waktu New York, dipicu oleh anjloknya sektor finansial dan barang konsumsi sekunder. Sebaliknya, sektor barang konsumsi pokok dan layanan kesehatan terpantau masih menguat. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 merosot 1,4%.


"Jika investor berpengalaman saja bingung dengan detail, nuansa, dan aturan transisi yang baru ini, bisa dipastikan dunia usaha pun akan merasakannya," tulis Tobin Marcus dari Wolfe Research dalam catatannya mengenai tarif baru Trump. Ketidakpastian pasar meningkat setelah Mahkamah Agung AS pada Jumat lalu membatalkan sebagian besar tarif global yang diberlakukan Trump tahun lalu.

Saham raksasa keuangan seperti American Express Co, Mastercard Inc, dan Capital One Financial Corp memimpin penurunan di sektor finansial. Hal ini terjadi setelah Citrini Research merilis laporan berjudul: "Bagaimana jika pandangan optimis kami terhadap AI terus terbukti benar... tapi itu sebenarnya berdampak buruk bagi pasar?" Laporan tersebut juga menyeret saham perusahaan berbasis perangkat lunak seperti DoorDash Inc, Uber Technologies Inc, dan Salesforce Inc yang turut mengalami pelemahan. Sebelumnya pada Jumat, strategi dari Citigroup telah menurunkan peringkat saham teknologi sebagai langkah diversifikasi dari kelompok Magnificent Seven.

Pergerakan Magnificent Seven. (Sumber: Bloomberg)