Logo Bloomberg Technoz

“Sebenarnya penambahan ini cukup besar di 2025, tapi karena ada penambahan 7 gigawatt dari gas dan batu bara jadi baurannya turun,” kata Bahlil saat konferensi pers kinerja 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Bauran energi nasional sepanjang 2025. (dok. Kementerian ESDM)

Kementerian ESDM mencatat tambahan bauran EBT tahun lalu sebesar 1,1% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan kapasitas pembangkit EBT itu menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir.

Sebagian besar bauran EBT sepanjang 2025 berasal dari sumber energi air mencapai 7.587 MW, bioenergi 3.148 MW, panas bumi 2.744 MW, surya 1.494 MW.

Porsi minor lainnya berasal dari gasifikasi batu bara 450 MW, angin 152 MW, sampah 36 MW dan lainnya sekitar 18 MW.

“Dalam analisa kami di 2026, kita harus genjot karena seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan,” kata Bahlil.

Di sisi lain, realisasi konsumsi listrik per kapita telah mencapai 1.584 kilowatt per hour (kWh) pada 2025, naik 108,2% dari target konsumsi 1.464 kWh.

(naw)

No more pages