"Contohnya harga BBM. Kita tahu harga Pertamax Turbo atau Pertamax 92 hari ini berapa, jelas terpampang dan transparan. Kredibel artinya kita transaksi ya memang di harga itu. Bedanya kalau kita beli bensin eceran di pinggir jalan, harganya tidak transparan dan bisa ada diskriminasi harga. Transparansi sangat penting dalam pasar keuangan," tegasnya.
Pergantian JIBOR ke INDONIA
Penghentian JIBOR dan pengenalan ke INDONIA, ungkap Arief, merupakan bagian dari Global Benchmark Reform, yang lahir setelah terungkapnya skandal manipulasi suku bunga acuan London Interbank Offered Rate (LIBOR) pada 2012.
LIBOR yang berbasis pada harga penawaran terbukti rawan dimanipulasi oleh bank kontributor sesuai kepentingan posisi mereka, baik saat memiliki banyak pinjaman maupun banyak penempatan dana.
"Jadi di 2012 ini terungkap bahwa memang kemudian ada yang namanya fraud, fraud terkait dengan JIBOR. Fraudnya bagaimana? Karena sifatnya ini merupakan suku bunga yang berdasarkan overtrade yang ditawarkan, jadi mereka bisa mengubah," jelasnya.
Sebagai respons, pada 2013 kelompok negara G20 menugaskan Financial Stability Board (FSB) untuk mereformasi sistem acuan suku bunga agar lebih kredibel. Sejak itu, berbagai negara mulai mengganti LIBOR dengan acuan baru berbasis transaksi.
Sejumlah negara telah memperkenalkan suku bunga pengganti seperti: Amerika Serikat dengan SOFR (Secured Overnight Financing Rate). Singapura dengan SORA (Singapore Overnight Rate Average), Jepang dengan TONA, Thailand dengan THOR.
Dengan demikian, INDONIA merupakan suku bunga acuan baru yang diterbitkan Bank Indonesia, yang mencerminkan rata-rata suku bunga transaksi riil pinjaman antarbank tanpa agunan (overnight) di pasar uang.
Berbeda dengan JIBOR yang berbasis pada kuotasi atau penawaran bank, INDONIA dihitung dari data transaksi aktual, sehingga dinilai lebih transparan, kredibel, dan sulit dimanipulasi. INDONIA juga digunakan sebagai acuan penetapan bunga berbagai produk keuangan, referensi kontrak keuangan, serta dasar perhitungan nilai instrumen pasar (mark-to-market).
(lav)




























